Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Mulai Terlelap

Teringat suasana saat itu, saat hati mulai sunyi, saat hati bergetar lara. Kau hadirkan jendela udara, menyambut pagi laksana perwira. Senyum menawan berhias alis naturalis kian membuat bayang bintang dalam setiap langkah kehidupan. Bintang yang mengajariku banyak hal, bintang yang bisa menerangiku saat gelap mulai terlelap, bintang yang memberi keindahan saat jiwa terlanda hujan.
Wahai bintang terindah, apakah engkau tahu isi hati ini?
Apakah engkau tahu asa yang kian menangis?
Apakah engkau tahu sakitnya duri ini?           
Sesulit inikah jalan takdirku?
Kaulah bintang kecil itu, kaulah bintang kecil yang berinduk. Indukmu selalu mengajarimu bagaimana untuk memuliakan bulan dengan sayap-sayap terangmu. Namun nampaknya indukmu harus terlebih tahu bagaimana ia harus memuliakan dirimu, sebelum memuliakan bulan itu. Pendek pikirku, itu adalah hal yang terlewatkan. Hal yang membuat hati ini sakit tak tertahan.











Minggu, 30 Desember 2012

Berdialog Dengan Hati


 Kesendirian adalah saat-saat berharga di mana kita benar-benar mengasah ibadah, kemampuan, kepribadian dan pencarian ilmu yang sebaik-baiknya. Sebagai bekal tatkala kita melepas masa kesendirian.

Kesendirian mengajarkan kepada kita, betapa sulitnya medan kehidupan tanpa adanya pendamping. Kita punya keluarga dan kawan-kawan, tapi tidak selalu keluarga dan kawan bisa menemani kegiatan atau keperluan kita. Mendengar hal paling rahasia yang kita simpan. Tapi kesulitan, bukan menjadikan kita lemah dan mencari pegangan yang akan membantu kita guna menjalani kehidupan. Pegangan atau di sebut seseorang yang siap sedia untuk mengantar dan menolong kita namun belum ada ikrar yang menghalalkan hubungan tersebut. Itu hanya akan menjadikan kita makin bertambah lemah.

Kesendirian mengajarkan ketangguhan sebagai lelaki, tatkala berbagai rasa menerpa. Kesedihan, kegelisahan, kerinduan, kebencian. Kita bingung menumpahkan segala rasa itu kepada siapa. Tapi jika kita berusaha untuk mendekati Allah secara perlahan, kita bisa mengandalkan Allah untuk itu.  Serahkan segala keluh kesah, kelemahan dan rasa sayang kepada Allah.

Allah menjadikan kita kuat. Mengandalkan Allah menjadikan kita bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Kita berpegang pada Yang Maha Kuat, yang semesta alam adalah ciptaanNya. Secara fisik, kita terlihat seorang diri. Berpanas-panasan berganti angkot ke sana kemari karena berbagai agenda kegiatan.

Berseliweran di antara para pasangan yang telah menikah. Keinginan untuk di perhatikan dan selalu di sayang, adalah lumrah bagi seorang wanita. Anggap saja semua adalah warna kehidupan kita, warna ujian yang semoga bisa menguatkan iman kita.


Sejatinya kesendirian adalah mengasah diri untuk bermentalkan kemandirian. Wujud kita mungkin sebagai kepompong, yang terlihat buruk dan tidak enak karena harus berada dalam ruang sempit. Bukan tanpa alasan Allah menciptakan itu semua. Hanya ingin menjadikan kita layaknya seekor kupu-kupu yang indah dan mampu terbang di alam bebas. Jika kulit kepompong di robek sengaja, bukan malah menolongnya dari himpitan tapi sebenarnya ada kelemahan yang menunggunya tatkala ia berwujud kupu-kupu. Sama dengan kita sebagai wanita, jika kita merasa tidak tahan dengan kesendirian kemudian kita berusaha mengakhiri kesendirian dengan jalan yang buruk (baca: pacaran), sebenarnya akan melemahkan diri kita sendiri. Kita akan terbiasa terlayani dengan baik, jika tidak di bantu kita akan merasa tidak di sayang. Perlahan hal tersebut bisa menjadi kebiasaan buruk.


Akan ada masanya ketika romantika kesendirian menjadi suatu hikmah yang sangat bermakna, suatu cerita yang akan kita rindukan tatkala pasangan telah hadir di samping kita.
Kesabaran kita, keteguhan kita tidak akan berakhir sia-sia. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Insya Allah.
Allahua’lam.

Sebelum ini..


Sebelum mata tertanam benih dalam perih, sungguh senyummu adalah saksi
Saksi dimana engkau mengerti namun tiada memahami
Aku yang seorang diri disini selalu saja ingin bisa memiliki
dan apakah itu manusiawi?
Kala itu banyak mimpi-mimpi indah,
Mimpi dimana kita bercerita bebas mengarang sebuah cerita untuk sepenggal masa
Aku yang tak kuasa hanya merintih dalam kesendirian
Malamku kelabu itulah judul puisiku dulu
Awalnya aku berpikir, di singgah sana ku bisa persembahkan sesuatu yang sederhana dan bermakna
Itu sebagai kado hadiah atas penantianmu selama ini
Namun akhirnya semua itu sia-sia, kau hancurkan asa ini
Sikapmu menyakitkanku, jiwamu yang tak labil membuatku menjadi tumbal
Bergantinya pagi dalam hari membuatku semakin terasa sendiri
dan buku sebagai penolongku-lah yang mengklabuhi kebodahan ini
Seolah akulah orang tersibuk di dunia ini, padahal itu munafik
Aku sungguh merindukanmu yang dulu
yang mengembalikan serpihan asa-ku untuk meraih sesuatu yang pasti yang bisa aku persembahkan untukmu
Namun kau hancurkan lagi, akulah tumbal dari hati yang mati
Hingga aku tak tahu harus bersikap apa, berkata apa, dan akhirnya aku mati untuk kesekian kalinya
Wahai perhiasan terindah..
Cukuplah saksi kita adalah saksi bisu
Satu keyakinanku, kelak kau akan menemukan yang lebih baik dari aku dan itulah mimpiku saat ini
Meski dengan ketidakberdayaanku, ku buat kau membenci ku
Aku harap itu adalah nyata untukmu..
Walau mungkin saat kuberucap itu bukan roh dalam ragaku
Semua itu aliansi manipulasi kebohonganku..
Wahai mahkota dunia....
Berlarilah..
Kejarlah apa-apa yang menjadi bagian dari mimpimu
Ketika lelah tengoklah kebelakang, karena disitu masih ada senyum untuk semangatmu.
Selamat jalan, sampai bertemu di mimpi yang berbeda.

Jumat, 28 Desember 2012

Saya Tidak Tahu

Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang anda dapat katakan adalah "Saya tidak tahu". Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya. Seringkali, karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal. Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, mau bertumbuh. Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates