Hai, sobat...!!
Saya Adhy andriwiguna mengucapkan selamat datang di jejak mimpi, siapkan dirimu untuk bermimpi. Blog ini mencoba untuk menggali potensi diri dan imajinasi sekaligus sebagai wahana berbagi dalam sendi-sendi literasi menuju pribadi yang mandiri. SALAM PEMIMPI..! (Adhy Andriwiguna)
Tentang Mimpi dan Impian
Saya adalah sang pemimpi yang mencari realisasi tentang sebuah impian menuju pantai harapan, meski sadar bahwa tidak semua mimpi terwujud, tapi semua itu mungkin bagi yang percaya. Hidup tentram adalah sebuah seni bahtera keinginan yang tidak harus dibayar dengan nyawa kehidupan. (Adhy Andriwiguna)
Nasihat Orang Bijak...
Jika kenyataan itu pahit, maka kenyataan itu salah dan impianmu yang benar. Jadi, beranilah untuk mewujudkan mimpi..! Ingatlah, masa depan adalah milik mereka yang percaya akan indahnya mimpi. The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams. (Adhy Andriwiguna)
Kamis, 22 Mei 2014
Harapan, Cita dan Cinta
Sabtu, 29 Desember 2012
Tujuh Keajaiban Dunia
Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh Keajaiban Dunia." Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab,
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, "Tujuh Keajaiban Dunia" adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai "biasa". Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda.
Posted in: Kisah InspiratifSejarah Kereta Api
Posted in: Kisah InspiratifRabu, 26 Desember 2012
Pikiran Adalah Permukaan Hati
Pokoknya, ucapan Nenek yang membawa nama setan, jin, dan malaikat saya ibaratkan angin lalu. Tak perlu digubris. "Ya, sudah, kalau tak percaya," katanya. Esoknya, petuah serupa diulang lagi, dan diulang lagi, walau sang cucu selalu menertawakannya.
Belakangan, "pelajaran" dari Nenek itu ada benarnya, walau tidak mutlak --karena menyertakan setan, jin, dan malaikat sebagai penyebab. Tampaknya, Nenek yang buta huruf dan tak mau memaksakan kehendak itu lebih memahami hidup. Memang, makin berakal seseorang, makin mudah ia memahami alasan orang lain.
Ternyata, pikiran manusia itu bisa "disetel" sesuai dengan daya kehendak.
Mengumpat disertai kutukan bisa mewujud nyata jika dilakukan serius. Yang merampas daya itu adalah keraguan. Keraguan merampas keberanian, harapan, dan optimisme. Berpikir busuk, misalnya, bisa melecut ketidakserasian.Berpikir buruk itu hanya menyengsarakan diri. Membuat suasana jadi muram.
Pernah, suatu ketika, famili saya rekreasi ke Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Usai menghirup udara
segar pegunungan, mereka kembali ke kota.
Belum sampai 10 menit otaknya berpikir rem blong, rem yang diinjaknya jebol sungguhan. Kendaraan meluncur deras. Syukurlah, dia tidak panik. Tahap demi tahap gigi persneling dipindahkan ke gigi kecil. Begitu terkendalikan, mobil dipinggirkan dan rem tangan ditarik. Ia menghela napas panjang.
"Kok, berhenti," tanya istrinya. ''Lha, wong remnya blong," katanya.
''Kok, tidak bilang-bilang?" tanyanya lagi. Tentu saja tak perlu dijawab.Sebab, jika fakta itu disampaikan, kepanikan dijamin akan menular ke seluruh penumpang. "Tuhan masih melindungi kita," ujar dia.
Sebaliknya, pikiran yang positif dapat menghasilkan sesuatu yang sangat mengagumkan. Ia dapat menguasai materi, objek, dan urusan. "Ia bahkan dapat bekerja dengan sangat mengagumkan, yang orang tak dapat menjelaskannya," tulis Hazrat Inayat Khan.
Pikiran dan perasaan manusia itu memiliki getaran kekuatan. Ketenangan dan kedamaian hati seorang pawang, misalnya, mampu menjinakkan singa liar.
Ada pula penjinak ular yang bertugas "membujuk" binatang melata itu keluar dari sarangnya, tanpa musik. Pikiran penjinak yang direfleksikan pada ular itulah yang menarik ular keluar dari persembunyian. Ada orang yang mengusir lalat dengan merefleksikan pikirannya pada makhluk kecil tersebut. Kekuatan yang mempengaruhi pikiran serangga itu merupakan bukti adanya daya, bukan keistimewaan.
Ada pula kuda yang mampu memecahkan soal matematika rumit. Jawaban itu merupakan refleksi pikiran pelatihnya yang diproyeksikan pada pikiran kuda. Dalam proses mediumistik, suatu gagasan matematika diproyeksikan pada pikiran kuda. Daya proyeksi dapat ditingkatkan dengan peningkatan daya kehendak, pemikiran, atau perasaan. Inilah rahasia terbesar kehidupan.
Bila pikiran tak jelas, misalnya, terganggu atau terlalu aktif, maka pikiran tidak dapat mengantar refleksi secara utuh. Pikiran dapat diibaratkan danau. Jika angin bertiup dan air beriak, maka refleksinya menjadi tidak jelas. Sebaliknya, jika berair tenang, bisa merefleksikan dengan jelas.
Pikiran adalah permukaan hati, dan hati adalah kedalaman pikiran. Apa yang datang dari dalam menyentuh kedalaman, dan yang di permukaan hanya berada di permukaan. Maka, jangan heran jika dua jiwa yang berhati penuh kasih dan berperasaan halus bisa berkomunikasi melalui pikiran dan perasaan. Jarak bukan halangan.
Maka, si Binu yang lama tak bersua, misalnya, tiba-tiba menelepon atau muncul di depan mata hanya karena "terpikirkan" oleh teman karibnya. Kebetulan? Tidak! Di dunia ini tak ada sesuatu yang bersifat kebetulan. Seluruh perilaku pikiran mempengaruhi urusan hidup.
Daya pikir memang punya efek yang dahsyat. Pikiran yang panas membuat "api" di sekitarnya, hingga orang-orang di dekatnya terbakar oleh "api" tersebut. Sebaliknya, pikiran yang tenang dan damai memberi kesejukan pada orang-orang yang berada dalam ruang lingkupnya.
Tentu, semua refleksi ini bukan karena ada setan atau malaikat lewat. Di dunia ini, tiada suatu yang tanpa makna. Juga bukan kebetulan. Tidak sebutir atom pun yang terlepas dari liputan dan rencana Allah. Hanya karena kita tak memahami kehidupan di dunia ini, maka kita berada dalam kegelapan.
"Sesungguhnya, di antara ilmu itu ada yang laksana mutiara tersembunyi, ia tidak diketahui kecuali hanya oleh orang-orang yang mengenal Allah," kata Nabi Muhammad SAW. (disarikan dari Gatra-WY)
Posted in: Kisah Inspiratif

21.19
Unknown

