Senin, 31 Desember 2012

Juara II Penulisan Artikel (ini artikelnya).

Menilai Pemerintah dan Politik Dari Kasus Kenaikan Harga BBM

Ketika kita memberikan sebuah penilaian pada hakikatnya tidak ada penilaian yang objektif, karena semuanya bersumber dari rasio. Sedangkan rasio mempunyai keterbatasan sesuai dengan cara pandang masing-masing individu, sejatinya kebenaran dan keadilan yang hakiki hanya menurut Allah SWT. Namun dalam artikel ini penulis mencoba memberikan penilaian semurni mungkin mengenai “Penilaian Pemerintah dan Politik Dari Kasus Kenaikan Harga BBM” dengan bersumber kepada kenyataan yang hadir didepan masyarakat, kemudian merefleksikannya dengan falsafah dan ideologi bangsa yang kita anut sebagai rujukan yang jelas dalam memberikan penilaian.
 Negara pada esensinya ada dan hadir untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai bersama. Dalam kasus di Indonesia, Indonesia memiliki 3 tujuan yang ingin dicapai yaitu mencapai kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan perdamaian dunia. Tujuan - tujuan ini berasaskan kepada sebuah kesatuan landasan idiil dan konstitusional yaitu Pancasila dan UUD 1945. Ketika sebuah negara bertindak menyalahi tujuan-tujuan dan atau landasan idiil yang ada dalam menentukan segala macam langkah yang akan diambil, maka dengan sendirinya negara itu menyalahi eksistensinya sendiri sebagai sebuah negara karena sifat landasan idiil yaitu sebagai sebuah rel yang harus dilalui sebelum mengeluarkan keputusan apapun. Tujuan utama yang ingin dicapai sebuah negara adalah mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan sasaran utamanya yaitu bagi semua elemen masyarakat. Negara ada untuk rakyat dan bukan sebaliknya. Kebijakan pemerintah yang mengorbankan kehidupan rakyat merupakan bukti bahwa negara bersifat egoistis untuk menyelamatkan kehidupan kenegaraan. Padahal Indonesia adalah negara berazaskan kerakyatan dan menuju tercapainya keadilan sosial sebagaimana yang tercantum pada landasan idil Pancasila yaitu pada poin; “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” dan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
            BBM adalah suatu variabel yang sangat penting dari ukuran sebuah kesejahteraan rakyat. Kebijakan terkait BBM adalah sebuah kebijakan yang luar biasa penting dan bisa berefek domino apabila tidak ditimbang dengan sebaik-baiknya. Kita melihat kebijakan yang diambil pemerintah untuk hal ini tidak sama sekali berangkat dari pandangan kebijaksanaan untuk kehidupan kerakyatan. Kenaikan harga BBM yang nyaris disahkan pada 1 April kemarin adalah sebuah kebijakan yang dapat dikatakan tidak bijak dan terburu buru, karena hanya melihat dari satu sisi yaitu bagaimana menyelamatkan APBN tahun ini. Yang harus kita garis bawahi , faktor pembentuk negara adalah rakyat, dan negara ada untuk rakyat. Jadi segala kebijakan yang diambil pemerintah seharusnya berawal dari pandangan kerakyatan.
Saat ini, alasan utama pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah penyelamatan APBN, karena jika tidak APBN akan jebol dan negara akan ambrol. Akan tetapi sama sekali tidak ada suatu pandangan dalam menimbang kebijakan ini bagaimana rakyat berpenghasilan rendah bisa tetap makan sehari-hari. Saat ini saja makan sudah sulit, apalagi untuk kedepan apabila harga BBM benar dinaikkan maka sudah bisa dipastikan keadaan akan tambah susah bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Fakta yang terjadi pada saat ini, dana APBN yang ditakutkan akan jebol apabila BBM tidak dinaikkan, selama ini juga sudah jebol dengan rencana anggaran yang “aneh-aneh”, tidak rasional, dan tidak berlandaskan landasan idiil untuk mencapai kesejahteraan umum”. Contohnya adalah anggaran pembangunan fasilitas dan gedung DPR, anggaran makanan untuk rapat yang berlebihan, anggaran studi banding yang tidak jelas tujuannya dsb. Jika memang alasan utamanya adalah untuk penyelamatan APBN, yang jadi pertanyaan besar kenapa tidak dikurangi saja anggaran untuk pos-pos kegiatan yang sifatnya tidak rasional dan tidak bisa dikatakan berlandaskan idiil tersebut.
Perlu diingat pada awal tahun ini, Presiden menyampaikan suatu pernyataan yang
pada intinya menyatakan apapun yang akan terjadi pada tahun ini, Harga BBM tidak akan naik. Didalam opsi yang ditawarkan pasca kenaikan BBM , pemerintah menawarkan paket kompensasi seperti BLSM (BLT model baru), kebijakan penyaluran raskin dsb. Kebijakan kenaikan harga BBM adalah sebuah kebijakan yang sangat rentan secara politis, baik bagi partai yang pro terhadap kebijakan kenaikan BBM maupun bagi partai yang menolak kebijakan tersebut. Dari dinamika yang terus berkembang dalam sebulan terakhir, sangat dikhawatirkan kebijakan ini hanya menjadi sebuah komoditas politik yang sebenarnya benar-benar tidak pro-rakyat. Kita dapat menyimpulkan suatu kesimpulan seperti ini, berkaca dari pengalaman kenaikan harga BBM yang terjadi pada tahun 2005 dan 2008. Suatu kebijakan yang pada akhirnya menuai banyak kontroversi. Sebenarnya terdapat banyak pembelajaran dari pengalaman menyangkut kenaikan BBM pada tahun 2005 dan 2008. Namun sayangnya, kita melihat sampai pada saat ini tidak ada suatu pembelajaran yang diambil dari kebijakan masa lalu. Alternatif yang diberikan pemerintah pada waktu itu terkait kenaikan harga BBM adalah pemberian kompensasi BLT.
            Berbicara mengenai BLT, mungkin secara sepintas kebijakan pemberian BLSM (BLT model baru) dsb. Sudah sesuai dengan landasaan idiil negara kita yaitu untuk mencapai kesejahteraan umum. Namun apabila kita telaah lebih lanjut, ini hanya sebuah usaha “pembungkaman implisit” agar masyarakat tidak menjerit protes pasca kenaikan BBM. Yang ingin dicapai dari kebijakan BLSM adalah kesejahteraan umum, tapi apabila masyarakat miskin kota yang ditemui setelah penelitian kualitatif Kastrat ICMI sama sekali tidak ada yang mendapatkan BLT pada beberapa tahun yang lalu (Pikiran Rakyat, 23/03/12), apakah dapat dikatakan ini benar sebuah kebijakan untuk kesejahteraan umum? Kebijakan BLSM 2012 ini hanyalah BLT model baru dengan sebuah nama dan jumlah nominal yang baru. Negara seakan-akan tidak membuka mata atas keadaan yang dirasakan oleh masyarakat saat ini ketika akan menerapkan BLSM sebagai kompensasi kenaikan BBM berdasarkan dari pengalaman BLT yang gagal. Apa yang diberikan pemerintah kepada masyarakat melalui kebijakan BLSM tidaklah menyelesaikan akar permasalahan untuk sekedar membuat kenyang perut masyarakat. Sebelum adanya pencabutan subsidi pun 26 juta masyarakat Indonesia yang terhitung miskin sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ketika harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi akan tersulut naik ketika harga BBM turut naik. Maka uang sebesar Rp.150.000/bulan yang apabila kita tilik lebih dalam sebenarnya adalah sebesar Rp.5000/ hari tidaklah sama sekali akan membantu perekonomian pada takaran rumah tangga.
Melalui sisi moralitas, pemerintah dapat dikatakan tidak memiliki perasaan apabila hanya melihat perspektif makro yang direprentasikan pada hitungan-hitungan nominal yang tidak mencerminkan kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Segala hitungan diatas pun hanya berlaku bagi orang yang menerima BLSM, padahal banyak orang miskin namun tidak mendapatkan BLT (BLSM) karena tidak memenuhi kriteria tertulis yang sifatnya terkadang tidak sesuai dengan kondisi riil kemiskinan. Seseorang mempunyai motor dianggap tidak miskin, padahal tidak selamanya seseorang punya motor itu kaya, coba berfikir apabila seorang kepala rumah tangga yang bekerja dengan satu motor namun dia harus menghidupi 8 anggota keluarga yang lainnya, yang kesemuanya tidak bekerja.
            Sungguh ironi, lagi-lagi orang kecillah yang menjadi korban. Pemerintah terkesan tidak bernurani dengan kebijakan yang menyusahkan rakyat, partai politik hanya mementingkan partainya. Kalau sudah demikian, pertanyaan besar untuk kita adalah, “kapan negeri ini akan keluar dari keterpurukan?”. Sebuah jawaban yang harus dicari bagi kita, para generasi muda. Cukup sudah kita menderita, Indonesia adalah negara yang kaya dan kekayaan itu milik kita, bukan milik asing..!!

Arti Sebuah Kepemimpinan

Arti Sebuah Kepemimpinan

                                               
Alexander The Great, atau yang lebih dikenal juga dengan nama Iskandar Zulkarnain, adalah raja Romawi yang sangat terkenal dengan kepemimpinannya.

Suatu waktu Alexander The Great memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering. Setelah hampir dua minggu berjalan, ia dan pasukannya kelelahan dan hampir mati karena kehausan. Tetapi Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan penuh semangat.

Pada siang yang terik, dua orang pasukannya datang menemui Alexander dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam air yang telah kerontang. Kolam air itu kering dan hanya ada sedikit air yang tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasukan. Melihat hal ini, Alexander membuang air itu ke gurun pasir.

Sang Raja berkata, "Tidak ada gunanya bagi seseorang untuk minum di saat banyak orang sedang kehausan!"

Demikianlah kepemimpinan itu. Anda tidak bisa memperlakukan orang-orang anda hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan anda. Anda harus menunjukkan ketulusan dan keteguhan diri anda dengan sama-sama merasakan apa yang orang-orang anda rasakan.
***************************************************************
Tahukah Anda.

Puluhan asteroid sisa-sisa benda langit yang tabrakan sekitar 5,8 juta tahun lalu berhasil diidentifikasi para astronom. Pecahan-pecahan ini tampaknya bakal memberikan ide bagaimana menyelamatkan Bumi bila ada asteroid yang melaju ke arahnya.

Menurut astronom David Nesvorny dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado (AS), asteroid berdiameter 24 km itu tampaknya pecah tertabrak benda kecil. Kepingan-kepingan asteroid yang berdiameter antara 1,9-19 km kini tetap berada di orbit antara Jupiter dan Mars.

Selain bisa dipakai untuk menciptakan sistem yang melindungi Bumi dari tabrakan dengan benda langit, tabrakan di antariksa ini bisa dipakai untuk mempelajari terbentuknya semesta. Seperti diketahui, tabrakan asteroid dipercaya sebagai salah satu faktor pembentukan planet.
 ***************************************************************

Minggu, 30 Desember 2012

Temukan Cinta Anda


Temukan Cinta Anda

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugastugas dengan lebih baik lagi.Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.
Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Tidak Ada Yang Sia-Sia.

Tidak Ada Yang Sia-Sia
                                               
Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.

Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.

Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui di selokan rumah anda?

***************************************************************
Tahukah Anda.

Sebuah pabrik biskuit di Cina berhasil menciptakan biskuit yang digemari panda. Panda-panda yang kekurangan gizi mengkonsumsi biskuit itu dengan lahap di Pusat Pemeliharaan Panda Raksasa Chendu, di Provinsi Sichuan.

Apa kunci keberhasilan itu? Ternyata karena bentuk biskuit itu mirip dengan makanan panda, yakni bentuk bambu. Tak jelas bagaimana rasa biskuit itu, yang pasti di dalam biskuit itu dimasukkan vitamin dan juga serat untuk meningkatkan nutrisi dari binatang yang kini sudah makin punah.

Di seluruh Cina diperkirakan kini cuma ada 1.000 panda yang hidup di hutan, 120 di kebun binatang dan pusat riset. Dalam 20 tahun terakhir habitat panda telah berkurang sampai 40%.
 ***************************************************************

Berdialog Dengan Hati


 Kesendirian adalah saat-saat berharga di mana kita benar-benar mengasah ibadah, kemampuan, kepribadian dan pencarian ilmu yang sebaik-baiknya. Sebagai bekal tatkala kita melepas masa kesendirian.

Kesendirian mengajarkan kepada kita, betapa sulitnya medan kehidupan tanpa adanya pendamping. Kita punya keluarga dan kawan-kawan, tapi tidak selalu keluarga dan kawan bisa menemani kegiatan atau keperluan kita. Mendengar hal paling rahasia yang kita simpan. Tapi kesulitan, bukan menjadikan kita lemah dan mencari pegangan yang akan membantu kita guna menjalani kehidupan. Pegangan atau di sebut seseorang yang siap sedia untuk mengantar dan menolong kita namun belum ada ikrar yang menghalalkan hubungan tersebut. Itu hanya akan menjadikan kita makin bertambah lemah.

Kesendirian mengajarkan ketangguhan sebagai lelaki, tatkala berbagai rasa menerpa. Kesedihan, kegelisahan, kerinduan, kebencian. Kita bingung menumpahkan segala rasa itu kepada siapa. Tapi jika kita berusaha untuk mendekati Allah secara perlahan, kita bisa mengandalkan Allah untuk itu.  Serahkan segala keluh kesah, kelemahan dan rasa sayang kepada Allah.

Allah menjadikan kita kuat. Mengandalkan Allah menjadikan kita bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Kita berpegang pada Yang Maha Kuat, yang semesta alam adalah ciptaanNya. Secara fisik, kita terlihat seorang diri. Berpanas-panasan berganti angkot ke sana kemari karena berbagai agenda kegiatan.

Berseliweran di antara para pasangan yang telah menikah. Keinginan untuk di perhatikan dan selalu di sayang, adalah lumrah bagi seorang wanita. Anggap saja semua adalah warna kehidupan kita, warna ujian yang semoga bisa menguatkan iman kita.


Sejatinya kesendirian adalah mengasah diri untuk bermentalkan kemandirian. Wujud kita mungkin sebagai kepompong, yang terlihat buruk dan tidak enak karena harus berada dalam ruang sempit. Bukan tanpa alasan Allah menciptakan itu semua. Hanya ingin menjadikan kita layaknya seekor kupu-kupu yang indah dan mampu terbang di alam bebas. Jika kulit kepompong di robek sengaja, bukan malah menolongnya dari himpitan tapi sebenarnya ada kelemahan yang menunggunya tatkala ia berwujud kupu-kupu. Sama dengan kita sebagai wanita, jika kita merasa tidak tahan dengan kesendirian kemudian kita berusaha mengakhiri kesendirian dengan jalan yang buruk (baca: pacaran), sebenarnya akan melemahkan diri kita sendiri. Kita akan terbiasa terlayani dengan baik, jika tidak di bantu kita akan merasa tidak di sayang. Perlahan hal tersebut bisa menjadi kebiasaan buruk.


Akan ada masanya ketika romantika kesendirian menjadi suatu hikmah yang sangat bermakna, suatu cerita yang akan kita rindukan tatkala pasangan telah hadir di samping kita.
Kesabaran kita, keteguhan kita tidak akan berakhir sia-sia. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Insya Allah.
Allahua’lam.

Gaza..


Gaza..
Masjidil Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Baitullah sekarang. Di tempat suci inilah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melakukan Isra' dan dari sana pula ia berangkat Mi'raj. Dalam hadits shahih disebutkan sebagai salah satu daria tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi, yakni

Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsha.
Saat ini, tahukah kalian bahwa dimanapun kalian berada di seluruh dunia ini, pemandangan yang diperlihatkan pada banyak orang di seluruh media di muka bumi ini yang dikatakan sebagai Masjid Al Aqsa sebenarnya adalah masjid DOME OF THE ROCK alias Masjid Kubah As-Sakhra?

Palestina pada tahun 1967, Zionis Yahudi menginvasi Palestina dengan cara mendirikan negara Israel di atas Negara Palestina, dengan cara menduduki Palestina. Israel yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi ini, mengusir bangsa Arab Muslimin yang mendiami tanah Palestina dan mulai memporak-porandakan Masjidil Aqsha. Mereka perlakukan Masjidil Aqsha dengan semena-mena, seperti membebaskan siapa saja untuk masuk ke dalam masjid. Hingga tak jarang, terlihat pemandangan orang Yahudi yang sedang berpacaran di dalam masjid atau para turis yang berkeliaran dengan pakaian seadanya di lingkungan masjid. Pada tahun 1969, mimbar megah yang dibuat oleh Shalahuddin Al Ayubi di dalam masjid (yang dibuat oleh Shalahuddin Al Ayyubi setelah berhasil merebut kembali Masjidil Aqsha dari tangan penjajah, guna memperingati Isra Mi'raj di lingkungan masjid) dibakar oleh Yahudi. Peristiwa pembakaran mimbar inilah yang kian meruncingkan barisan umat Muslim guna melawan Yahudi dan mendorong umat Islam sedunia membentuk OKI. Pada tahun 1970, Palestina akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh zionis Israel.
ntah sejak kapan, berkembang sebuah fokus perhatian bahwa yang namanya Masjid Al Aqsa yang diramaikan dan dianggap bersejarah oleh Ummat Islam itu adalah masjid indah dengan Kubah Emas berbentuk segienam ini. Fokus perhatian ini dikembangkan lewat gambar-gambar indah yang beredar, lewat postcard-postcard yang beredar, juga gambar-gambar indah di Kalender islami dan lewat buku-buku turisme. Inilah Masjid As-Shakhra yang dimaksud dan sudah sangat terkenal tersebut.

Masjid Qubbatus Shakhrah (As-Shakhra) yang terlihat seperti gambar di atas adalah masjid berkubah keemasan. Shakhrah artinya batu. Masjid tersebut dibangun oleh salah satu Khalifah pada masa kekuasaan Bani Umayyah, Abdul Malik bin Marwan. Tujuannya untuk menjaga batu (Shakhrah) yang merupakan tempat Rasulullah berangkat melakukan mi'raj ke langit bersama Malaikat Jibril as. Batu itu sendiri berasa dalam lingkaran (haram) Al Aqsha, dan bukan masjid itu sendiri. Masjid inilah yang sering diduga sebagai masjidil Aqsha.

Pada akhirnya, anak-anak muslim di seluruh dunia ini sering kali dibingungkan dengan kedua masjid tersebut sehingga akhirnya mereka memiliki referensi yang salah terhadap mana Masjid Al Aqsha yang sebenarnya. Banyak orang yang pada akhirnya menyangka bahwa Masjid Al Aqsha yang sebenarnya adalah masjid dengan Kubah Emas di atasnya, yang berdiri tepat di samping tembok ratapan umat Yahudi. Tembok ratapan umat Yahudi sendiri sesungguhnya adalah Tembok Buraq, yaitu tembok tempat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengikat Buraq, kendaraannya ketika Isra Mi'raj. Sekarang tembok ini dikuasai oleh Israel dan dijadikan Tembok Ratapan.
Masjidil Aqsha adalah masjid kedua di muka bumi (berkubah hijau). Dibangun oleh Nabi Adam setelah ia membangun Baitul Haram. Lalu bangunannya roboh seiring dengan waktu. Kemudian dibangun kembali oleh Nabi Dawud, dan disempurnakan oleh Nabi Sulaiman. Masjidil Aqsha inilah yang terus menerus ingin dirobohkan oleh Yahudi, untuk mendirikan di atasnya apa yang mereka dongengkan sebagai Haikal Sulaiman. Salah satu caranya, dengan menyebarkan pengetahuan keliru kepada masyarakat bahwa yang dimaksud dengan Masjidil Aqsha adalah Masjid Qubbah Shakhrah (berkubah kuning) di sebelahnya. Meskipun masjid itu masuk dalam kompleks pagar (Harom) Masjidil Aqsha tapi bukan itu masjidnya. Pada saat yang sama diam-diam Yahudi itu menggali Masjidil Aqsha yang sesungguhnya.
Sebelum kesalahanan berkembang pada Ummat Islam dan akhirnya tiada yang menyadari bahwa Masjid Al Aqsha yang sebenarnya telah dihancurkan, ada baiknya kita sebagai generasi Islam tetap hati-hati dan mengabarkan kebenaran yang sebenarnya pada Ummat. Setidaknya, anak-anak kita tahu dan tidak lagi ragu untuk menunjukkan yang manakah masjid Al Aqsha yang asli. Yang benar adalah benar dan yang salah haruslah diperbaiki.
Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui bahwa gambar Masjid dengan kubah emas yang tersebar di beberapa media dan dikenal dengan sebutan Masjid Al-Aqsha, tempat suci (al-Haram) ke tiga dan Kiblat pertama kali umat Islam, serta tempat Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW ternyata Qubbah ash-Shakhra (The Dome of the Rock). Itulah pendapat beberapa sejarawan Timur Tengah. Sementara Masjid Al-Aqsha sendiri berada tidak jauh dari qubbha tersebut.
Qubbah ash-Shakhra dibangun pada era Bani Umayah,tepatnya pada kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan, antara tahun 65 - 86 H atau 684 – 705 M., sebagaimana tercatat dalam bentuk kaligrafi emas yang ditulis dengan khat Kufi di dalam bangunan Qubbah di arah tenggaranya.
Qubbah ash-Shakhra dibangun secara konsorsium oleh tiga bangsa dunia, Arab, Romawi dan Turki dengan arahan dua insinyur terkenal, Raja bin Hayah al-Kindi (salah seorang ilmuwan Chechnya) dan Yazid bin Salam (ilmuwan Al-Quds). Design bangunan ini terkenal dengan banyaknya tiang yang membentuk segi delapan. Sementara Qubbah yang berada di atasnya melambangkan arsitektur sempurna dan salah satu cirri kebudayaan Islam.
Hiasan dan ukiran yang ada di Qubbah ash-Shakhra menarik perhatian para peneliti atau siapa saja yang menyaksikan keindahan bangunan ini. Yang menggabungkan unsur-unsur arsitektur dan keindahan. Qubbah ash-Shakhra bahkan menjadi salah satu lambang arsitektur islami. Bangunan ini terdiri dari tiga unsur utama yaitu, Qubbah yang menutupi tanah bangunan berpasir. Dua ruangan, dalam dan luar yang dikelilingi bangunan Qubbah serta bantuk bangunan dalam yang terdiri dari delapan segi.

Adapun Qubbah yang berada di dalamnya berdiri di atas empat tiang. Masing masing setinggi tiga meter. Sementara 12 tiang lainya mengelilingi bangunan tersebut dihiasi batu permata. Tiang-tiang itu tersusun rapi. Diantara dua tiang ada tiga penyangga batu hiasan.
Qubbah ash-Shakhra terdiri dari dua tingkat yang terbuat dari kayu dan bagian luarnya juga bertopang pada pondasi kayu yang mengangkat Qubbah ash-Shakhra di bagian luarnya. Di bagian dalam, Qubbah Sakhra dihiasi relief emas. Adapun di bagian luarnya dipercantik dengan tulisan berbahan tembaga yang berwarna keemasan. Di sekeliling bangunan ini terdapat 10 jendela sebagai tempat masuknya sinar matahari dan ventilasi udara.

Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama bagi Umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka'bah dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kini ia berada di dalam kawasan jajahan Yahudi. Dalam keadaan yang demikian, pihak Yahudi telah mengambil kesempatan untuk mengelirukan Umat Islam dengan mengedarkan gambar Dome of The Rock sebagai Masjidil Aqsa.
Tujuan mereka hanyalah satu, yaitu untuk meruntuhkan Masjidil Aqsa yang sebenarnya. Apabila Umat Islam sendiri sudah keliru dan sukar untuk membedakan Masjidil Aqsa yang sebenarnya.,Maka semakin mudahlah tugas mereka untuk melaksanakan perancangan tersebut. berikut adalah gambar sebenarnya Masjidil Aqsa pada jarak yang lebih dekat. Betapa jauhnya perbedaan antara Dome of The Rock jika dibandingkan dengan Masjidil Aqsa.

Wallahu a'lamu bisshowabi...

Dindaku...

Dindaku...
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana..
Dindaku...
Dimanapun engkau sekarang,janganlah gundah janganlah gelisah
telah kulihat wajahmu dan aku mengerti betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku akupun rindu akan hadirmu
Aku akan datang tapi mungkin tidak sekarang,karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yg menghadang,hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan,resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang,tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada kan terkikis dari panjang jalan perjuangan,hanya kerena sebuah kegelisahan
Dindaku...
Jangan menangis jangan bersedih,hapus keraguan didalam hatimu
Percayalah pada-Nya Yang Maha Pemberi cinta,bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah...saat itu pasti kan tiba
Tak usah risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yg dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,merasuk dan menembus relung jiwa
Wahai perhiasaan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan hanya karena lelah menunggu.Apalagi hanya demi sebuah pernikahan
Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat
Jangan pernah merasa hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yg kita inginkan dalam hidup
Pasrahkanlah inginmu dalam qolbu,pada tahajud malammu
Pulanglah pada-Nya,ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,Sungguh....itu karena dirimu begitu mulia,begitu suci
dan kau terpilih Ainul mardhiyah di jannah-Nya
Dindaku...
Skenario Allah adalah sekenario terbaik dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang
Merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita
Dindaku...
Ku tahu kau merinduiku,bersabarlah saat indah kan menjelang
Saat akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Tetaplah bertahan kau disana...
Aku akan segera datang,sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu telah tiba,kenakanlah mahkota itu
kenakanlah gaun indah itu
Masih banyak yang harus kucari tuk bahagiakan hidup kita nanti
Dindaku..
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera
Kutahan derita ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati ini terasa terpotong-potong
Kalau kau pilihkan aku,tunggulah hingga aku datang
Kuawali hariku dengan tasbih,tahmid dan shalawat dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat,bahagia dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap kau merindukanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu kupertahankan hidup
Maka hanya dengan menelusuri jejak-jejak hatimu dan akan kutelusuri arti hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau tuk ku kagumi
Akulah orang yang kan selalu mengagumimu,mengawasimu,melindungimu,menjaga dan mencintaimu
Dindaku..Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,hanya bisa merindukanmu dan tetaplah berharap,terus berharap
Berharap aku kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap karena harapan-harapanlah yang membuat kita hidup
Bila kau menjadi istriku kelak,janganlah pernah berhenti memilikiku dan mencintaiku hingga ujung waktuku
Tunjukan padaku kau kan slalu mencintaiku
Hanya engkau yang kuharap,telah lama kuharap hadirmu disini
Meski sulit,harus kudapatkan
Jika tak kudapatkan di dunia kan ku kejar wahai engkau sang ainul mardhiyah yang menanti disyurga
Dindaku..
Sikapmu telah meluluhkan jiwaku
waktu pun terasa berlalu dan aku kian mengerti apa yang akan kuhadapi dan apa yang harus kucari dalam hidup
Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini untuk dirimu yang selalu bijaksana,memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu "SEMOGA"
Kau terindah diantara bunga yg pernah kumiliki
Kau teranggun diantara dewi yang pernah kutemui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Ya Allah ringankanlah kerinduan yang mendera...
Kupanjatkan do'a setiap waktu...
Ya Allah Ya illahi Robb
Ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
Ringankanlah langkah kami,beri kami kekuatan dan kemampuan tuk mengikuti sunnah Rassul-Mu
Jangan biarkan hati-hati kami terus berkelana tak berpenghujung yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan yang telah engkau berikan
Amiin......

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates